23 Mei 2026

Ground Breaking Jembatan Garuda di Asemrowo, Wujud Nyata Negara Hadir untuk Rakyat

IMG-20260330-WA0186_copy_800x600

Surabaya, IS – Suasana hangat penuh harap menyelimuti kawasan Jalan Tambak Asri, Kelurahan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Senin (30/3/2026). Sekitar 100 warga bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait berkumpul dalam momen penting: ground breaking pembangunan Jembatan Garuda, infrastruktur yang diharapkan menjadi penghubung harapan bagi masyarakat.

Kegiatan bertema “Negara Hadir untuk Rakyat” ini dipimpin oleh Dandim 0830/Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Danrem 084/BJ, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.

Acara diawali dengan paparan rencana pembangunan oleh Kolonel Bambang Raditya yang menekankan pentingnya akses penghubung antara Kecamatan Asemrowo dan Krembangan. Jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Puncak kegiatan ditandai dengan peninjauan lokasi serta peletakan batu pertama oleh Pangdam V/Brawijaya bersama Wali Kota Surabaya. Momen simbolis ini menjadi tanda dimulainya pembangunan yang telah lama dinantikan masyarakat.

Dalam sambutannya melalui video conference kepada jajaran Kodam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari sinergi nyata antara TNI dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini akan menghubungkan Asemrowo dan Krembangan, dengan panjang sekitar 32,8 meter dan lebar satu meter. Target penyelesaian diperkirakan 2 hingga 3 bulan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan serupa dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Jawa Timur. Sebanyak 18 Kodim terlibat dengan total 68 titik pembangunan, meliputi jembatan beton dan jembatan gantung.

Selain prosesi utama, kegiatan ini juga diwarnai penyerahan bantuan sosial kepada warga sekitar. Momen tersebut menghadirkan nuansa humanis, terlihat dari senyum dan rasa syukur masyarakat yang menerima manfaat langsung dari kegiatan tersebut.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Pangdam V/Brawijaya yang kemudian diserahkan kepada perwakilan masyarakat. Tradisi ini menjadi simbol doa dan harapan agar pembangunan berjalan lancar serta memberikan manfaat luas.

Bagi warga Genting Kalianak dan sekitarnya, Jembatan Garuda bukan sekadar penghubung dua wilayah, tetapi juga simbol kemudahan akses, peningkatan ekonomi, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Dengan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, Jembatan Garuda diharapkan segera berdiri kokoh—menghubungkan bukan hanya wilayah, tetapi juga harapan dan kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *