Bursa Ketua IMI Surabaya Menghangat, Yusuf Ibnu: “Insya Allah Saya Siap Maju”

IMG-20260913-WA0245

SURABAYA, IS – Bursa kepemimpinan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya mulai menghangat. Nama Bendahara IMI Kota Surabaya, Yusuf Ibnu, mencuat sebagai salah satu figur yang dinilai berpotensi maju dalam perebutan kursi Ketua IMI Kota Surabaya.

Dinamika tersebut muncul menjelang berakhirnya masa jabatan Ketua IMI Kota Surabaya Samsurin yang disebut akan berakhir pada Desember 2026. Sejumlah nama mulai diperbincangkan di kalangan insan otomotif Surabaya, termasuk Yusuf Ibnu.

Di tengah situasi tersebut, beredar pula informasi mengenai posisi Samsurin yang disebut telah dicopot oleh Pengprov IMI Jawa Timur. Namun, hingga berita ini ditulis, informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Pengprov IMI Jawa Timur.

Ketika ditemui dalam pembukaan Surabaya Rising Champion 2026 di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (13/9/2026), Yusuf tidak menampik kemungkinan dirinya maju sebagai calon Ketua IMI Kota Surabaya.

Ia menegaskan, kesiapannya tetap bergantung pada mekanisme organisasi serta dukungan keluarga besar IMI Surabaya.

“Insya Allah saya siap maju. Kalau memang diberikan kepercayaan dan dukungan dari teman-teman, saya siap mengemban amanah tersebut. Bagi saya, ini bukan semata-mata soal jabatan, tetapi bagaimana kita bersama-sama membawa IMI Surabaya menjadi lebih baik ke depan,” ujar Yusuf.

Menurutnya, kepemimpinan IMI Surabaya ke depan harus mampu memperkuat kebersamaan seluruh unsur otomotif, mulai klub, komunitas, pembalap, atlet hingga generasi muda.

“Kita ingin IMI menjadi rumah bersama bagi seluruh insan otomotif. Klub, komunitas, pembalap, atlet dan seluruh stakeholder harus bisa berjalan bersama. Kita tidak boleh terpecah, karena kekuatan IMI ada pada kebersamaan,” katanya.

Tak Ingin Mendahului Mekanisme Organisasi

Yusuf menyadari munculnya namanya sebagai kandidat terjadi sebelum masa jabatan kepengurusan saat ini berakhir. Namun, ia memilih tidak berspekulasi mengenai proses pergantian kepemimpinan di tubuh IMI Surabaya.

“Saya tidak ingin mendahului proses. Kita ikuti mekanisme organisasi. Yang terpenting adalah bagaimana IMI Surabaya ke depan tetap solid dan mampu memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga otomotif,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika nantinya mendapat kepercayaan, dirinya ingin membawa organisasi dengan semangat kolaborasi dan merangkul seluruh elemen otomotif.

Ketua KONI Surabaya Apresiasi

Ketua KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom, SH., M.Kn., menyambut positif apabila Yusuf Ibnu maju dalam proses pencalonan Ketua IMI Kota Surabaya.

“Saya sangat mengapresiasi kalau Yusuf Ibnu menjadi Ketua IMI Kota Surabaya. Ini menjadi hal yang positif karena memberikan kesempatan kepada pemimpin-pemimpin muda untuk ikut membangun dan mengembangkan olahraga di Kota Surabaya,” ujar Arderio.

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan olahraga di Kota Surabaya.

“Kalau ada anak muda yang memiliki kemauan, kemampuan dan semangat untuk mengabdi bagi olahraga, tentu harus diberikan ruang dan dukungan. Yang penting bagaimana organisasi tetap solid dan prestasi olahraga terus meningkat,” katanya.

Eri Cahyadi Dorong Pemimpin Muda

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya saat membuka Surabaya Rising Champion 2026 menyampaikan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam kemajuan olahraga.

“Mari kita dukung pemimpin-pemimpin muda olahraga. Berikan mereka kesempatan untuk tampil, berbuat dan berkarya. Dengan dukungan bersama, olahraga Surabaya akan semakin maju,” ujar Eri.

Menurut Eri, regenerasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi olahraga. Generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu meneruskan perjuangan sekaligus meningkatkan prestasi yang telah dibangun para pendahulunya.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah mulai munculnya dinamika regenerasi kepemimpinan di sejumlah organisasi olahraga di Kota Surabaya.

Yusuf: Bukan Sekadar Jabatan

Bagi Yusuf, jika nantinya dipercaya memimpin IMI Kota Surabaya, amanah tersebut akan dijalankan dengan mengedepankan kebersamaan dan kolaborasi.

“Kalau memang dipercaya, Insya Allah saya siap. Saya ingin bersama-sama membangun IMI Surabaya, bukan bekerja sendiri. Kita harus merangkul semua klub, komunitas, atlet dan seluruh insan otomotif,” pungkasnya.

Dengan masa jabatan Samsurin yang disebut berakhir pada Desember 2026, dinamika menuju kepemimpinan baru IMI Kota Surabaya diperkirakan semakin menarik perhatian. Nama Yusuf Ibnu kini menjadi salah satu figur yang mulai diperhitungkan dalam bursa calon penerus kepemimpinan IMI Surabaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *