67 Tahun PEPABRI, Kasiren Korem Bhaskara Jaya: Api Perjuangan dan Persatuan Tak Boleh Padam
SURABAYA, IS – Perjuangan tidak selalu hadir di medan pertempuran. Nilai pengabdian dapat terus hidup melalui keteladanan, kesetiaan, persatuan, dan kepedulian terhadap bangsa.
Semangat itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (PEPABRI) yang digelar di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, Sabtu (12/9/2026).
Mengusung tema “Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa”, syukuran HUT ke-67 PEPABRI menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang para purnawirawan yang telah mendedikasikan tenaga, pikiran, dan sebagian besar masa hidupnya untuk bangsa dan negara.
Dalam kegiatan tersebut, Kasiren Korem 084/Bhaskara Jaya Letkol Inf Masarum Djati Laksono hadir mewakili Danrem 084/BJ Brigjen TNI Kohir.
Kegiatan dipimpin Ketua Umum PEPABRI Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Jenderal TNI (Purn) Yudo Margono selaku Ketua Umum PPAL, Letjen TNI Tri Budi Utomo, S.E. selaku Sekjen Kemhan, serta Wakil Gubernur Jawa Timur H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.
Bagi Kasiren Korem 084/BJ, peringatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Usia 67 tahun PEPABRI merupakan perjalanan panjang yang menyimpan pengalaman, pengabdian, sekaligus keteladanan yang patut diwariskan kepada generasi penerus.
“Para purnawirawan telah memberikan contoh bahwa pengabdian kepada bangsa tidak berhenti ketika seseorang melepas seragam. Semangat menjaga persatuan, memberikan manfaat bagi masyarakat dan mencintai tanah air harus tetap hidup dalam setiap generasi,” ujar Letkol Inf Masarum Djati Laksono.
Menurutnya, masa purnawirawan bukan akhir dari pengabdian. Bentuk pengabdian memang berubah, namun nilai-nilai yang telah melekat selama menjalankan tugas, seperti disiplin, loyalitas, tanggung jawab, kebersamaan, dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetap menjadi kekuatan moral bagi masyarakat.
“Api perjuangan jangan sampai padam. Kita harus menjaganya melalui keteladanan, persatuan dan kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.
Ia menambahkan, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menghargai perjuangan para pendahulunya sekaligus menyiapkan generasi berikutnya untuk meneruskan cita-cita perjuangan.
Peringatan HUT ke-67 PEPABRI di Tugu Pahlawan pun menjadi pengingat bahwa sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diwariskan nilai-nilainya.
Dari tempat yang menjadi simbol keberanian dan pengorbanan para pejuang tersebut, semangat para purnawirawan diharapkan terus menjadi cahaya bagi generasi penerus. Dengan demikian, api perjuangan dan persatuan bangsa tetap menyala di tengah perjalanan Indonesia menuju masa depan.
