Buktikan Tajinya, Jawa Timur Juara Umum IMC Kelas Elite

IMG-20260810-WA0090_copy_640x429

BEKASI, IS – Jawa Timur membuktikan diri sebagai salah satu kekuatan utama Muaythai Indonesia. Kontingen Jatim tampil sebagai juara umum kategori Elite Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026, dengan torehan 16 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

Capaian tersebut menegaskan kekuatan pembinaan Muaythai Jawa Timur, khususnya pada kategori Elite yang menjadi salah satu tolok ukur penting dalam melihat kualitas atlet menuju persaingan di level nasional maupun internasional.

Menariknya, secara keseluruhan perolehan medali, Jawa Timur bukanlah daerah dengan jumlah medali terbanyak. Jawa Barat menjadi pengumpul medali terbanyak dengan 41 emas, 49 perak, dan 48 perunggu.

Namun, peta persaingan berubah ketika melihat kategori Elite. Jawa Timur justru menunjukkan dominasi dengan memenangkan 16 nomor Elite. Capaian itu sekaligus memperlihatkan bahwa kekuatan Jatim tidak hanya ditopang oleh kuantitas atlet, tetapi juga kualitas pada kelas yang memiliki tingkat persaingan lebih tinggi.

Banyaknya nomor Youth yang dipertandingkan dalam IMC 2026 turut memengaruhi perolehan medali secara keseluruhan. Karena itu, jumlah total medali tidak serta-merta menjadi gambaran utuh mengenai kekuatan sebuah daerah di kategori Elite.

Di kelas Elite, atlet-atlet Jawa Timur tampil konsisten dan mampu mengamankan sejumlah nomor pertandingan, termasuk kategori seni Muaythai. Dominasi tersebut menjadi salah satu catatan penting dari pelaksanaan IMC 2026 yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi.

Manajer Muaythai Jawa Timur, Soldier Of Fortuna, saat dihubungi Senin (10/8), mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten.

“Alhamdulillah, hasil ini sangat membanggakan. Apa yang diraih atlet-atlet Jawa Timur menunjukkan bahwa pembinaan yang kami lakukan mulai memberikan hasil. Mereka tidak hanya memiliki kemampuan teknik, tetapi juga mental bertanding yang kuat dan mampu tampil maksimal di pertandingan,” ujar Soldier Of Fortuna.

Menurutnya, persaingan dalam IMC 2026 berlangsung ketat karena mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah. Karena itu, dominasi Jawa Timur di kategori Elite menjadi capaian penting sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan.

“Kami tentu tidak ingin berhenti di sini. Hasil ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki pembinaan, meningkatkan kualitas atlet dan mempersiapkan mereka agar semakin siap menghadapi kompetisi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Sekretaris Jenderal PBMI, Azwan Karim, mengatakan munculnya prestasi dari berbagai daerah, termasuk dominasi Jawa Timur di kategori Elite, menunjukkan perkembangan pembinaan Muaythai di Indonesia semakin positif.

“Yang paling penting dari Kejurnas ini adalah kita bisa melihat potensi-potensi terbaik dari berbagai daerah. Setiap daerah memiliki kekuatan masing-masing, dan prestasi Jawa Timur di kategori Elite menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan di daerah terus menghasilkan atlet-atlet berkualitas,” ujar Azwan.

Ia menambahkan, hasil IMC 2026 juga menjadi bahan evaluasi bagi setiap Pengprov untuk terus meningkatkan pembinaan dan mempersiapkan atlet menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

“Hasil ini tentu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Para atlet yang tampil baik di sini akan menjadi bagian dari proses evaluasi PBMI untuk menghadapi berbagai agenda ke depan, baik nasional maupun internasional,” katanya.

Kekuatan Jawa Timur di kategori Elite ditunjukkan melalui sejumlah atlet yang berhasil meraih medali emas, yakni Alfiatus Sholehah (43 kg putri), Muhammad Rafif (45 kg putra), Fausta Latifah El Fatihah (48 kg putri), Galih Bangkit (48 kg putra), Dwi Nur Halimah (51 kg putri), Qavah Gavra Nicholas (54 kg putra), Abdul Ghoni (57 kg putra), Anisa Nur Rahmaniyah (60 kg putri), Agung Wahyudi (63,5 kg putra), Faris Chandra Setiawan (65 kg putra), Bangkit Jaya Putra (70 kg putra), dan Erisko Munthe (75 kg putra).

Sementara itu, pada kategori seni, emas Jawa Timur diraih melalui nomor Waikru oleh Aldento Brilliant dan Novita Angie Ayuni, Mae Muay putri melalui Najla Nur Salsabila dan Rini Renita, serta Mae Muay putra melalui Aldento Brilliant dan Dimas Lukito Wardhana.

Tiga medali perak diraih Ridho Guntur Setiawan (51 kg putra), Oppie Dwi Natasya (54 kg putri), dan Risa Hikmatul Mauliyah (57 kg putri). Sementara medali perunggu disumbangkan Gabriella Karubaba (48 kg putri).

Dominasi di kelas Elite tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Timur memiliki fondasi pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet Muaythai berkualitas dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *