22 Mei 2026

Menhan dan Pangdam V/Brawijaya Tinjau Yonif TP 887/KJM, Tegaskan Pembangunan Kekuatan Pertahanan Berbasis Rakyat

IMG-20260429-WA0218

LAMONGAN, IS — Hamparan sederhana Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Lamongan, menjadi saksi hadirnya harapan besar bagi masa depan pertahanan negara. Pada Rabu (29/4/2026), Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Yonif TP 887/KJM.

Kunjungan tersebut bukan sekadar meninjau pembangunan fisik satuan, melainkan memastikan kesiapan sarana, prasarana, dan kualitas kehidupan prajurit yang kelak menjadi garda terdepan penjaga kedaulatan bangsa.

Rombongan Menhan RI terdiri dari Jenderal TNI (Hor) (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A. selaku Menteri Pertahanan RI, Letjen TNI M. Shaleh Mustafa selaku Wakasad, Marsdya TNI Yusuf Jauhari selaku Kabaloghan, serta Sigit P. Santoso.

Dalam peninjauan tersebut, Menhan dan Pangdam menyusuri sejumlah fasilitas, mulai dari area pembangunan, tenda prajurit, hingga dapur lapangan yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari personel.

Turut hadir Brigjen TNI Charies Alling selaku Karo TU, Kolonel Inf Bayu sebagai Kabag Dukminen, Letkol Inf Muhammad Aldaridz selaku Koorspri Wakasad, Kapten Inf Adnan sebagai ADC Menhan RI, serta Sertu M. Hafid sebagai Walpri Menhan RI.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana satuan yang masih terus ditingkatkan secara bertahap.

“Kedatangan kami untuk meninjau kesiapan sarana prasarana yang masih perlu ditingkatkan secara bertahap,” ujar Pangdam.

Sekitar 600 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Acara dipimpin langsung oleh Danyonif TP 887/KJM Letkol Inf Dondy Infanteriadi dengan suasana yang berlangsung tertib dan penuh semangat.
Selain menerima paparan terkait progres pembangunan satuan, Pangdam juga menekankan pentingnya kedekatan prajurit dengan masyarakat sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara.

“Prajurit harus dekat dengan masyarakat agar kehadiran TNI memberikan rasa aman dan kepercayaan,” tegasnya.

Sementara itu, Menhan RI menegaskan pentingnya membangun prajurit yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kematangan moral dan sosial.

Ia mengapresiasi capaian pembangunan yang telah berjalan dan mendorong percepatan penyelesaian agar satuan tersebut siap operasional dalam waktu dekat.

Menurutnya, kekuatan pertahanan tidak hanya lahir dari kelengkapan alutsista dan infrastruktur, tetapi juga dari hubungan yang erat antara prajurit dan rakyat.

Kunjungan kerja ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan yang profesional, humanis, dan berbasis kedekatan dengan masyarakat.

Dari Lamongan, harapan tentang masa depan pertahanan bangsa terus dibangun, bukan hanya melalui beton dan bangunan, tetapi juga melalui kepedulian, disiplin, dan pengabdian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *