Kirab Nyadran Dam Bagong, Sinergikan Tradisi dan Kebersamaan Masyarakat Trenggalek
Trenggalek, IS – Sinergitas TNI-Polri bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek terlihat jelas dalam pelaksanaan Kirab Tumpeng Agung dan Kepala Kerbau pada tradisi Nyadran Adat Bersih Dam Bagong di Kelurahan Ngantru, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin, Danramil 0806-01/Trenggalek Kapten Inf Agus Setiawan, dan Kapolsubsektor Trenggalek AKP Siswanto, S.H.
Prosesi adat berlangsung khidmat dengan antusiasme tinggi masyarakat. Rangkaian acara diawali kirab potongan kepala kerbau yang diarak keliling kampung bersama warga, unsur Forkopimda, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat.
Tradisi ini melambangkan rasa syukur atas keberlangsungan sumber pengairan Dam Bagong, yang menopang pertanian dan kehidupan warga sekitar.
Arak-arakan budaya dilanjutkan ke makam Ki Ageng Menak Sopal untuk doa bersama dan ziarah. Ki Ageng Menak Sopal dikenal berjasa dalam pembangunan saluran pengairan Dam Bagong, dan tradisi penghormatan terhadapnya menjadi bagian penting warisan budaya Trenggalek.
Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin menyampaikan, “Tradisi Nyadran Adat Bersih Dam Bagong adalah bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang berjasa membangun wilayah Trenggalek. Nilai sejarah, gotong royong, dan kebersamaan harus terus dijaga.”
Sementara itu, Danramil 0806-01/Trenggalek Kapten Inf Agus Setiawan menambahkan, tradisi ini tidak hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga telah berkembang menjadi daya tarik wisata budaya Kabupaten Trenggalek.
Keterlibatan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bukti sinergitas lintas sektor dalam menjaga tradisi serta mempererat persatuan. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan hingga akhir acara.