Kidung Tirto Ingatkan Pejabat Kejaksaan Tak Bermanuver di Tengah Isu Reshuffle

IMG-20261013-WA0228

JAKARTA, IS – Isu pergantian Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin yang belakangan mencuat menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, budayawan dan spiritualis Kidung Tirto Suryo Kusumo mengingatkan jajaran Kejaksaan Agung RI agar tetap fokus menjalankan tugas dan tidak terjebak dalam spekulasi politik maupun manuver demi mempertahankan jabatan.

Kidung Tirto menegaskan, keputusan mengenai pergantian pejabat merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, seluruh insan Adhyaksa diminta tetap bekerja secara profesional tanpa terpengaruh isu yang belum memiliki kepastian.

“Semua insan Adhyaksa, mulai dari Jaksa Agung hingga jajaran di bawah, jangan ikut hanyut dengan spekulasi penggantian Jaksa Agung. Apalagi grasa-grusu untuk mencari dan menyelamatkan posisi masing-masing,” kata Kidung Tirto, Selasa (13/10/2026).

Menurut dia, Presiden memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan sosok yang dipercaya memimpin Kejaksaan Agung. Masyarakat pun diminta menghormati kewenangan tersebut dan tidak terburu-buru menyimpulkan arah kebijakan pemerintah.

Kidung Tirto juga menilai kepemimpinan ST Burhanuddin masih memiliki peran penting dalam memperkuat institusi Kejaksaan, khususnya dalam pemberantasan korupsi dan upaya penyelamatan keuangan negara.

“Presiden masih mempercayai beliau memimpin Kejaksaan karena kinerjanya nyata, terutama dalam menyelamatkan aset negara,” ujarnya.

Terkait sejumlah nama yang mulai disebut-sebut sebagai calon pengganti Jaksa Agung, Kidung Tirto mengingatkan publik agar tidak larut dalam spekulasi. Meski beberapa nama dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak di bidang kejaksaan, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.

Dia juga mengingatkan para pejabat Kejaksaan, terutama di tingkat eselon, agar tidak terlibat dalam manuver politik demi kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Jajaran Kejaksaan, terutama para pejabat eselon, jangan bermain politik. Fokuslah bekerja untuk negara dan memperbaiki citra Kejaksaan yang sempat terpuruk. Jaga marwah Kejaksaan jangan sampai ditunggangi oleh pihak-pihak yang coba mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.

Isu pergantian Jaksa Agung dalam beberapa pekan terakhir turut memunculkan sejumlah nama di media massa dan media sosial. Mereka antara lain Noor Rachmad, Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, Sunarta, Jan Samuel Maringka, Asep Nana Mulyana, Reda Manthovani, dan Kuntadi. Nama-nama tersebut memiliki latar belakang sebagai jaksa.

Meski demikian, hingga ada keputusan resmi dari Presiden, berbagai nama yang beredar tersebut tetap perlu dipandang sebagai bagian dari spekulasi publik, bukan sebagai kepastian mengenai pergantian pimpinan Kejaksaan Agung. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *