Ketua HIPMI Jatim Dukung Ade Jona Prasetyo Pimpin HIPMI 2026–2029
SURABAYA, IS — Dukungan terhadap Ade Jona Prasetyo sebagai calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026–2029 terus menguat menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII pada Juni 2026 mendatang.
Ketua HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, bersama tokoh pengusaha muda sekaligus mantan Ketua HIPMI Jatim periode 2011–2014, M. Ali Affandi, menyatakan dukungan penuh kepada Ade Jona Prasetyo.
Ahmad Salim menilai Ade Jona memiliki kapasitas kepemimpinan yang matang serta visi strategis dalam mendorong peran pengusaha muda di tengah dinamika ekonomi nasional.
“Kami melihat sosok Ade Jona Prasetyo sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan pengusaha muda dengan arah kebijakan nasional. Pengalamannya di parlemen menjadi nilai tambah dalam memperkuat posisi HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Senada, Ali Affandi yang kini menjabat Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Surabaya menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan.
“HIPMI membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memahami dunia usaha, tetapi juga mampu membaca arah perubahan global dan mentransformasikannya menjadi peluang. Ade Jona Prasetyo menunjukkan karakter kepemimpinan yang elegan, komunikatif, dan memiliki daya jangkau nasional yang kuat,” ungkapnya.
Keduanya optimistis, di bawah kepemimpinan Ade Jona, HIPMI akan semakin solid serta berkontribusi signifikan dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.
Pemilihan Ketua Umum HIPMI periode 2026–2029 sendiri menjadi perhatian luas, seiring meningkatnya peran strategis organisasi dalam perekonomian nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi sektor UMKM dan wirausaha muda terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus menunjukkan tren positif sekaligus menjadi tulang punggung penciptaan lapangan kerja.
Namun, tantangan yang dihadapi juga kian kompleks, mulai dari perlambatan ekonomi global, disrupsi teknologi, perubahan rantai pasok internasional, hingga tuntutan transisi menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, HIPMI dituntut tidak hanya menjadi wadah konsolidasi pengusaha muda, tetapi juga berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang pro-entrepreneur, memperkuat daya saing nasional, serta mendorong lahirnya wirausaha berbasis inovasi.
“Ade Jona sangat layak memimpin HIPMI menghadapi tantangan ke depan,” tegas Ahmad Salim yang diamini Ali Affandi.
Munas HIPMI XVIII mendatang diproyeksikan menjadi momentum krusial dalam menentukan arah transformasi organisasi, mulai dari penguatan kapasitas kader, perluasan jejaring global, hingga akselerasi adaptasi terhadap ekonomi digital demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)