Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, MAKI Jawa Timur Hadirkan Kebahagiaan Anak Yatim Piatu
Surabaya, IS – Acara yang berlangsung di Sekretariat MAKI Jatim ini diawali dengan penampilan tim hadrah yang menambah khidmat suasana Ramadhan. Selanjutnya para anak yatim menerima santunan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada mereka yang membutuhkan.
Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama tersebut dihadiri puluhan anak yatim, para pengurus MAKI, tokoh masyarakat, serta jamaah sekitar yang digelar oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur pada Jumat (13/3/2026).
Ketua MAKI Jatim, Heru Satrio, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan santunan tersebut. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada tim hadrah yang selama tujuh tahun terakhir setia mengawal kegiatan sosial tersebut.
“Terima kasih kepada jagoan-jagoan tim hadrah yang sudah sekitar tujuh tahun mengawal acara santunan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berjalan karena tujuannya adalah memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Heru MAKI.
Heru menegaskan bahwa MAKI Jawa Timur tidak hanya fokus pada pengawasan terhadap persoalan hukum dan pemberantasan korupsi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat, terutama anak yatim dan kaum dhuafa.
Menurutnya, kegiatan santunan di bulan suci Ramadhan menjadi momentum untuk berbagi sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun.
“Insya Allah kita berharap bisa kembali bertemu pada Ramadhan tahun depan, Ramadhan 1448 Hijriah. Semoga adik-adik semua sehat, rajin belajar, dan menjadi generasi yang sukses di masa depan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Heru juga mengajak seluruh hadirin untuk selalu mensyukuri nikmat kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa pada tahun sebelumnya banyak orang yang hadir dalam kegiatan serupa, namun kini sebagian di antaranya telah meninggal dunia.
“Karena itu nikmat hidup ini harus benar-benar kita syukuri. Tahun lalu kita berkumpul seperti ini, tetapi hari ini ada di antara saudara dan sahabat kita yang telah kembali kepada Allah. Selama kita masih diberi kehidupan berarti Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk berbuat baik,” ungkapnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Kyai Lutfie. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu hidup untuk memperbanyak amal kebaikan.
Menurutnya, manusia harus bersyukur karena masih diberikan nikmat iman, kesehatan dan kesempatan hidup sehingga dapat berkumpul dalam majelis yang penuh keberkahan.
“Hari ini kita masih diberi nikmat iman, nikmat hidup, dan nikmat sehat sehingga bisa hadir dalam majelis ini. Itu semua adalah karunia dari Allah yang wajib kita syukuri,” ujarnya.
Lebih jauh Kyai Lutfie menegaskan bahwa salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah membantu dan membahagiakan orang lain. Ia mencontohkan kisah Nabi Musa yang bertanya kepada Allah tentang amalan yang paling disukai.
“Allah menyampaikan bahwa shalat dan puasa memang ibadah penting bagi diri kita. Namun amalan yang sangat dicintai Allah adalah ketika kita bisa membantu orang lain, membahagiakan orang yang sedang kesusahan, dan meringankan beban mereka,” jelasnya.
Ia menilai kegiatan santunan yang dilakukan MAKI Jatim merupakan contoh nyata dari amalan sosial yang sangat mulia karena mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
“Sedekah dan membantu sesama adalah amalan yang sangat besar nilainya di sisi Allah. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh MAKI Jatim dan Pak Heru ini menjadi amal kebaikan yang diterima oleh Allah SWT,” tuturnya.
Kegiatan santunan tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan. Para anak yatim tampak bahagia menerima santunan dan menikmati hidangan berbuka yang telah disediakan panitia.
Melalui kegiatan tersebut, MAKI Jatim berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.