Doa yang Menembus Langit: Rumah Ibu Sri yang Pernah Rapuh 

IMG-20260505-WA0264_copy_800x612

Gresik, IS – Di Dusun Lingsir, Desa Slempit, hidup Ibu Sri Cendani (55) selalu dibayangi ketakutan. Atap rumahnya bocor, tiang-tiangnya lapuk, dan setiap hujan datang membawa cemas—seolah angin bisa merobohkan rumah yang menjadi satu-satunya tempat ia berteduh bersama tiga anaknya.

Sejak ditinggal suami lima tahun lalu, Sri bertahan hidup dengan sederhana. Ia membantu anak sulungnya yang membuka usaha servis elektronik, sambil menyimpan doa-doa panjang di balik setiap dinding rumahnya.

“Saya takut, kalau hujan angin, rumah ini roboh,” ujarnya dengan suara bergetar, saat tim media datang berkunjung Selasa (5/5/2026).

Namun hari ini, ketakutan itu mulai berganti harapan. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Gresik, rumahnya kini perlahan dibangun kembali, dari pondasi hingga atap.

“Saya bersyukur… terima kasih kepada Bapak TNI,” ucap Sri sambil menundukkan kepala, wajahnya memerah malu namun bahagia.

Bagi Sri, rumah ini lebih dari sekadar tempat pulang. Ia adalah jawaban dari doa-doa yang diam-diam ia panjatkan, kadang dalam sunyi, kadang sambil menahan air mata.

“Alhamdulillah, Gusti Allah mengabulkan,” tambahnya lirih, mata yang semula redup kini memantulkan cahaya harapan.

TMMD ke-128 Gresik bukan sekadar membangun rumah atau infrastruktur. Ia menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir di tengah masyarakat, membawa harapan, mewujudkan mimpi yang selama ini tersembunyi, dan menyentuh hati warga dengan aksi nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *