Antara Seremoni dan Realita: UMKM Surabaya Soroti Kinerja Dinas Koperasi dan Perdagangan
SURABAYA, IS – Di tengah semarak peringatan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya, sorotan tajam muncul dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terkait minimnya peran Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya.
Sorotan ini mencuat dalam kegiatan Gebyar Bazar Rakyat yang digelar Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) bekerja sama dengan Dafam Pacific Caesar sepanjang akhir pekan pada Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Kota Surabaya dan diikuti puluhan pelaku UMKM.
Meski antusiasme peserta dan pengunjung tinggi, sejumlah pelaku usaha menyampaikan keluhan serius: mereka merasa berjalan sendiri tanpa dukungan optimal dari Dinkopumdag.
Ketua AWS, Kiki Kurniawan, mengungkapkan pihaknya telah mengajukan permohonan dukungan fasilitas kepada dinas terkait, namun tidak mendapat respons yang jelas.
“Padahal ini kegiatan untuk mendorong ekonomi rakyat dan bagian dari HUT Surabaya. Tapi saat kami mengajukan permohonan, tidak ada kejelasan dari Dinas Koperasi UMK dan Perdagangan,” ujarnya.
Ironisnya, keberlangsungan kegiatan justru terselenggara berkat dukungan pihak Kecamatan Mulyorejo, swasta, dan komunitas. Di antaranya Indosat Ooredoo Hutchison serta komunitas Aku Cinta Indonesia yang membantu penyediaan tenda bagi para pelaku UMKM.
Sejumlah pelaku UMKM juga menyatakan bahwa selama ini mereka belum merasakan pembinaan maksimal dari Dinkopumdag. Mereka menilai perhatian pemerintah terhadap pengembangan usaha kecil masih belum merata.
“Kalau bukan dari Pak Camat Mulyorejo, komunitas, atau pihak swasta, kami jalan sendiri. Pembinaan dari dinas hampir tidak terasa,” ungkap salah satu pelaku UMKM.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas program pembinaan UMKM yang dijalankan pemerintah kota. Di satu sisi, UMKM disebut sebagai tulang punggung ekonomi daerah, namun di sisi lain dukungan nyata di lapangan masih minim.
Camat Mulyorejo, Arif Rusman, yang hadir membuka kegiatan pada Sabtu (2/5/2026), memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Ia mengaku ini kali pertama melihat kegiatan UMKM berskala seperti ini selama menjabat.
“Ini sangat positif dan perlu didukung karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Para pelaku UMKM menegaskan permintaan mereka kepada Walikota Surabaya agar melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinkopumdag, sehingga dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada wacana, melainkan benar-benar hadir di lapangan.