999 Prajurit TNI AD Resmi Dilantik di Magetan, Siap Perkuat Satuan dan Dukung Pembangunan Wilayah
MAGETAN, IS – Sebanyak 999 prajurit TNI AD resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menuntaskan Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Infanteri Gelombang II Tahun 2026 di Secata Rindam V/Brawijaya Magetan.
Upacara penutupan pendidikan sekaligus penyematan tanda prajurit digelar di Lapangan Candradimuka Secata Rindam V/Brawijaya Magetan, Rabu (9/9/2026), dan dipimpin langsung Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat utama Kodam V/Brawijaya, Bupati Magetan Nanik Sumantri bersama Forkopimda, serta sejumlah stakeholder terkait.
Secara nasional, sebanyak 19.114 mantan siswa dari berbagai lembaga pendidikan TNI AD dinyatakan berhasil menyelesaikan pendidikan dan resmi dilantik menjadi prajurit TNI AD. Dari jumlah tersebut, 999 prajurit merupakan lulusan Secata Rindam V/Brawijaya Magetan.
Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang dibacakan Pangdam V/Brawijaya, para prajurit diminta menjadikan pelantikan tersebut sebagai awal pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari kesungguhan, kedisiplinan, dan kerja keras kalian, serta dukungan lembaga pendidikan dan doa dari orang tua yang terus mengalir,” ujar Rudy saat membacakan amanat KSAD.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa pembangunan kekuatan TNI AD terus dilakukan, termasuk melalui pembentukan Satuan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP). Para prajurit yang baru dilantik diproyeksikan untuk memperkuat satuan di berbagai kabupaten.
Peran prajurit nantinya tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan dan pertempuran, tetapi juga diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Peran tersebut menjadi semakin penting dalam mendukung pembangunan di wilayah perbatasan maupun daerah yang memiliki tingkat kerawanan tertentu.
“Kepercayaan yang diberikan negara kepada kalian untuk menjadi bagian dari pembentukan Yon TP merupakan sebuah tugas terhormat yang harus dilaksanakan dengan penuh amanah dan tanggung jawab disertai dedikasi yang tinggi,” tegasnya.
Pangdam juga mengingatkan bahwa kelulusan pendidikan dan pelantikan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian sebagai prajurit TNI AD.
“Pelihara kehormatan diri, jaga nama baik satuan, dan buktikan bahwa kalian layak menjadi bagian dari kekuatan utama TNI AD,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya pendidikan, 999 prajurit tersebut diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, disiplin, serta nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan.
Kehadiran mereka di satuan nantinya diharapkan tidak hanya memperkuat postur pertahanan TNI AD, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan dan kepentingan masyarakat di wilayah penugasan.
